Jumat, 16 Januari 2015

Bintang Dan Bumi





            Hello pembaca, ya nama aku Dhes, Aku 4 bersaudara Dan aku adalah anak terakhir atau kalian bisa sebut aku anak bungsu. Kakak pertama aku bernama Disa, kedua Betzy, yang ke 3 yaitu Diana, dan terakhir adalah aku, dan ada satu lagi Susi kucing kami. Ya kami terlahir dari keluarga yaaaa..... bisa di sebut cukup menengah lah semua yang kami inginkan tercukupin dan semua yang aku minta kebanyakan di turuti oleh orang tua, kecuali kalo minta pelihara macan india di rumah, bisa-bisa bukan dia kami pelihara tapi kita jadiin peliharaannya wahh repot. Oke lanjut, Ya rumah aku tidak bertingkat tapi luas. Kami juga mempunyai 2 pembantu yang ulet dalam pekerjaannya aku
kenalin kepada pembaca yang pertama namanya adalah Suinem dia sangat tekun dalam pekerjaan memasaknya dahhh gak kalah dengan KL Express disebelah futsal Champion Tidar Malang. Tapi yang satu ini KL KW jadi “Kaki lima”. Dan yang satu lagi selalu membersihkan rumah kami hingga clink, namanya mbak Rini. Kami juga punyak supir untuk mengantar aku dan saudara aku kemana-mana, namanya adalah Hendra mukanya nyenengin banget, apa lagi liat kumis seperti Jojon begitu dahhh klop banget. Biasanya aku dengan Supri selalu dianter ke cafe sama temen aku, atau jalan-jalan ke universitas yang cukup terkenal yaitu univesitas Machung, bukan berarti yang pesek gak di trima. Jadi kalo kemana-mana aku sama Hendra di anter kemana-mana yaaa kami sangat akrab banget. Dia pengertian orangnya buktinya dulu pas aku pulang kampus yaaa jam 4 getu waktu itu bulan Januari biasanya orang-orang menyebutnya “hujan setiap hari” nahhh aku kehujanan dan kedinginan di dalam mobil, dan aku gak usah bicara dia langsung mengecilkan suhu Acnya didalem hatiku bilang  “so sweet banget nih orang?” sudah-sudah lupakan. Tapi dari semua itu satu hal yang sampai aku bingung, tahu apa? Aku singgel very Ngenes, kalo orang bilang itu JONES, “What???!!!”. Tapi aku gak sengenes yang kau kira aku terakhir pacara itu SMA, dan di putusin saat aku hari jadi ke 1 bulanku. Tapi aku pikir-pikir ngenes ya?

       *Bintang*Dan*Bumi*

Malam pada pukul 7 malam biasanya keluarga kami makan bersama yang biasa dimasak oleh Inem di dapur. Tiba-tibah ebes aku...... oh ya kalo gak tahu ebes, ebes artinya bapak. Oke lanjut malam itu ebes aku nanyak ke aku, gimana nak udah punyak cewek? Tiba-tiba bakso keluar dari mulut seperti iklan adem sari di Tv. “ohhh belom pa, emang kenapa?”. “Masa cah ganteng papa gak duwe pacar? Kowe iku gak pinter gombal”. “hha? Emang papa isa gombal?” sambil aku punguti baksoku yang jatuh tadi. “ya bisa dong, gini-gini dulu papa gombalin gini ke mama kamu kayak gini dulu me? , iya ada apa?, gini loo aku boleh gak minta foto km ga? Buat apa ko? Hmmmmmmmm buat aku tunjukin ke temen koko kalo malaikat itu bener-bener ada me” sambil mama senyum-senym merah menghias wajah cantik mamaku saat denger cerita papa aku tadi. “keren juga ya papa ini, ya doain pa semoga cepet  dapet”. “tapi satu hal yang kamu perlu ketahui Des”. “apa itu pa?” aku semakin kepo saat papa aku bilang getu. “ya wanita itu susah di tebak dalam tingkah pemikirannya”. “lho kok bisa?” tanyak aku heran. “ya kamu akan tahu sendiri kok”. Saat aku denger itu aku mulai kepikiran soal cewek, kapan aku dapet cewek ya?. Oh yaa aku pernah kok saat SMA first love aku dengen seorang cewek cantik manis namanya Patricia tapi kalian tahu dimasa so sweet – so sweet aku di putusin? “Kenapa?” kata back vokal menyaut. Ya karena ada seorang cowok yang WIBAWA, betul wibawa. Wiiiiii bawa ducati lah, Wiii bawa Mercedes lah. Aku baru sadari kalo dia matrek. Saat itulah aku mulai susah dapetin cewek karena aku tertutup orangnya cuek saat kejadian dengan Patricia. Oke lanjut ke meja makan tadi, setelah selesai makan aku pun menuju kamar dan merenungkan tentang cewek tadi, kapan aku punyak pacar, jelas hari-hari ku ini sepi tanpa ada seorang cewek yang menemani aku disisiku sebagai seorang pacar. Kutatapi bintang di langit ku harapkan tiba seorang peri, tapi bukan peri gigi. Yang mengabulkan doa-doaku. Hmmmmm.. laluuuu treeeettttt suara silent hp aku yang tertimpa bantal putihku. “siapa nih?” lalu aku buka from Belinda, wah itu dari sahabat aku. Anaknya sih seru, pengertian, baik sih, dan satu lagi yang buat aku suka anaknya itu manis lucu imut getu hahaha, apalagi kalau dia malu uhhhh warna merah yang menghiasi pipi-pipi lucu itu. sms dia berkata “bray, ayo besok ke cafe yang biasa kita tongkrong, di racel risol itu sepulang dari gereja” Racel Risol itu adalah cafe yang deket mantan sekolah aku di SMPK Santa Maria II Malang tercinta terkenal dengan sebutan Panderman. Dan kubalas “oke” kepada dia. Besok tepatnya hari sabtu tentu kampusku libur dong.

       *Bintang*Dan*Bumi*


Pagi hariku isi dengan bersepedahan lalu aku pulang dan ku habis kan waktu di rumah dengan game, saat jam setengah empat aku sudah di depan rumah dia lalu aku dengan patricia seperti pacar nge-date berdua begitu. Yaaa langsung kami otw ke greja jam 5 di greja katedral malang bertepat di jalan Ijen. Setelah pulang dari gereja kami jalan-jalan berdua ke Mall Olimpic Garden atau warga malang menyebutnya MOG. Kami ke center point nemenin Patricia melihat-lihat baju. Ya seperti cewek-cewek lainnya dia suka bnget baju-baju dan sering kali dia juga menyuruhku untuk mencoba baju-baju yang dia pilih untuk aku. Setelah kami pulang dari MOG kami lanjut ke tempat Racel Risol pemberentian terakhir kami, lalu kami menuju ke parkiran bersama dia lalu kami berdua otw ke Racel Risol yang berada di dekat sekolah Panderman. Setelah kami sampai yaaaa... kira-kira kami di cafe itu jam set 9an tapi masih ramai dengan remaja-remaja nongkrong di situ karena hari ini ada malam minggu juga betul ga? Lalu para waitress menghampiri kami di tempat duduk dan memberi kertas, tapi bukan kertas cinta. Setelah kami memesan kami berdua mesan pan cake rasa keju dan lemon tea. Di Racel Risol pembayaran di awal lalu aku mengeluarkan dompet dulu untuk membayar pancake. Aku suka dari Racel Risol tempat yang menarik dan juga cangkir pada lemon tea besar cukup tangan untuk masuk ke dalam cangkir tersebut, di dalem hati pingin getu raup pake lemon tea itu. Keren dah tempat ini aku suka banget nongkrong di sini sama patricia, udah murah tempat menarik keren dah (kok jadi promosi gini). Oke lanjut malam itu aku teringat kembali apa yang terpikirkan tadi malam kemarin. Tiba-tiba patricia “Hey, napa lo bengong?” dia pakai kata elo karena memang dia asal dari Jakarta, dia pindah dari Jakarta ke Malang karena Ebes dia dipindah kan ke Malang oleh bosnya. “Gini pat, aku bingung sampai kapan aku dapet cewek getulo, kapan penderitaan jonesku ini sirnah?”. “Hmmmmm getu yaaa? Kasihan aku liat muka kamu, aku aja singgel but very happy”. “hmmm getu ya?”. Tiba-tiba pancake kami datang lalu aku makan dan posisi kami itu di lantai dua jadi kami bisa melihat ke langit untuk melihat indahnya bintang di langit. Sambil makan aku melihat ke langit untuk melihatnya bintang-bintang di langit entah kenapa malam ini begitu indah malang ini. “Hey Des kamu pasti melihat bintang ya?” “ehh iyaaaa, uhhmm ughhhh kenapa?” jawab aku gopohh karena kaget.  “Emmmm gini jodoh itu sepeti bintang di langit”. “Hha?? Kok bisa getu?” aku semakin penasaran apa yang dikatakan patricia ini. “Iya bener dari semua bintang di atas, berjuta-juta banyaknya itu pasti dari salah satu akan pasti jatuh ditariknya jatuh ke bumi dengan sangat kuat dan menghampiri bumi itu, nah seperti kita. Bumi itu kita dan bintang itu adalah betapa banyaknya pilihan dari berjuta-juta cewek yang elu hadapi di bumi ini, ada salah satu yang kamu pilih terbaik di bumi ini tariklah ke hati elu”. “Hmmmm Jadi kesimpulannya?” tanya aku lagi. “Ya kesimpulannya seperti bumi, menunggu lah bintang yang akan kau pilih bersabarlah menunggu bintang mu itu jodoh itu gak larik kok dari mu, pasti jodoh akan datang karena Tuhan sudah mengatur semuanya kok”. “Jadi kesimpulannya aku musti bersabar getu?”. “Yap betul Des”. Lalu aku merenung apa yang di katain Patricia itu. Dan jam menunjukan jam set 10. Lalu aku menghantarkan dia pulang. Setelah sampai di depan rumah posisi kami di dalam mobil masihan. Tiba-tiba dia memagang Bbnya lalu mengetik entalah apa aku kurang mengerti. Lalu di mencium pipiku dan berkata “bersabarlah des menunggu bintang mu, dia sudah dekat kok” lalu dia keluar dari dalam mobil dan dadain aku. Lalu di jalan aku senyum-senyum gak jelas begitu entah senang dicium pipiku atau firasatku yang baik tentang hal yang dibicarakan patricia tentang bintangku sudah dekat.

   *Bintang*Dan*Bumi*


Setelah sampai rumah jam sepuluhan getu. Lalu aku mencuci muka lalu aku ke kamar tidur melihat bintang lagi. Aku tersenyum-senyum dramatis seperti di film-film drama getu. Lalu aku melihat Bbku dan melihat history status pada patricia dia berkata “Tft + tanda hug” aku merasa kaget dan mulai ada rasa suka pada patricia. Lalu kutaruh Bbku di sebelaj jam weker aku dan tertidur pulas malam itu seakan galau-galau selama ini terkurangi.

       *Bintang*Dan*Bumi*


Pagi itu hari minggu aku terbangun jam Set 7 pagi itu cerah banget tak secerah biasanya atau emang aku yang alay aja. Lalu kulihat keluar jendela kamarku, posisi kamarku yang memang strategis karena di depan kamarku langsung berhadapan dengan taman. Kulihat-lihat Susi kucingku lagi berduaan sama kucing lain lalu aku merenung dalem hati “peliharan gue aja punyak pacar edan, gue kapan getu?”. Lalu ku lihat hp ku tiba-tiba ada suara CETING, ku lihat ternyata patricia yang bbm aku dia mengucapkan “Halo selmata pagi” gak seperti biasanya. Ku mulai sadar bener yang di ucapin kepada aku, kalo bintang itu mulai dekat. Dan ku mulai mengerti Bumi itu adalah aku dan bintang itu adalah dia Patricia.

       *Bintang*Dan*Bumi*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar